Rebahku adalah tempatmu melabuhkan tubuh ketika kau lelah. Kini, datang, dan rebahlah di rebahku.”
Bunga rindu
Seperti malam ini, bunga rindu rindu itu kembali datang menyelinap dan hinggap di malam malamku. Ia lalu menyergapku tanpa permisi, dan tanpa tanda hati hati. Aku tersadar, kuhampiri bunga bunga rindu itu, kucoba kupetik dan kusimpan dalam almari. Namun ia berduri, jemariku terluka. Bodoh sekali aku, luka luka yang tersimpan di hatiku saja masih belum dapat kusembuhkan, beraninya aku memegang bunga rindu, dan kini? jari jemariku terluka kembali. Aku hanya bisa menertawakan dan membersihkan luka di jari jemariku, sembari tersenyum kucoba untuk berbaring di tepian malamku. Sekelebat aku berpikir, tak seharusnya aku kembali memegang apa yang seharusnya kupegang, apalagi mencoba memiliki dan menyimpannya di almari yang berdebu ini. Dan pada akhirnya bunga bunga rindu hanya akan menyemai tanpa duri di hati hati yang semestinya memiliki, bukan hati hati yang sesinggah dihinggapi.
Bila keyakinanku datang, kasih bukan sekedar cinta”
— Rossa - Ayat Ayat Cinta
Merantaulah. Gapailah setinggi-tingginya impianmu. Bepergianlah. Maka ada lima keutamaan untukmu; melipur duka dan memulai penghidupan baru, memperkaya budi, pergaulan yang terpuji, serta meluaskan ilmu”
—
(via kurniawangunadi)Adaptasi syair Imam Syafii (767-820 M) dalam Rantau 1 Muara - A.Fuadi
Kenangan tidak mengikutimu, ia tetap berada di belakangnu. Kamu saja yang terlalu sering menoleh.”
Tak pernah sangat besar, tidak juga terlalu kecil. Cinta itu cukup.”
— Vabyo-Windy Ariestanty, Kala-Kali.
#MA10: Kesehatan Islam
Pendaftaran dibuka: Jumat, 17 Mei 2013 pukul 06.00 WIB
Let’s join this group, fellas :))
Love is not an illusion, your sight is.”
— Tonight’s thought.
Suatu Saat Di Posko Kesehatan Banjir.
Saya : Tunduh pisan yeuh hari ini.
Indra : Iya, Asa leuleus..
Saya : Kurang tidur yah?
Indra : Iya, kurang tidur...... sama kurang pasangan juga.
Saya : HUFTT
Penolakan, dalam segala bentuknya, selalu berujung pada kekecewaan. Harapan yang selama ini dipupuk tinggi, runtuh secara tiba-tiba. Hingga kemudian penyangkalan lah yang seringkali dipilih untuk kembali membangun harapan yang sama. Harapan yang akan menggiring pada kekecewaan-kekecewaan berikutnya.”
— (via kuntawiaji)
Kerdus
Saya: Bel, lo tau ga kerdus?
Ibel: Apa?
Saya: Kerudung dusta.
Asti: Aduh, gue merasa tertohok.
Percakapan jaman kapan taun ini nus...... : ))
Jangan pernah sekali-kali merendahkan standard diri kamu terhadap apapun. Standard diri kamu bukan teman yang terpintar di kelompokmu, bukan orang terhebat di keluargamu, bukan orang tersoleh di lingkunganmu. Ada begitu banyak orang di luar sana yang jauh lebih baik dari orang-orang yang kamu kenal saat ini. Kerahkan potensi dirimu sampai batas yang bahkan kamu tidak bisa membayangkannya.”
— (via kuntawiaji)
Impossible - James ArthurÂ
Being unchosen is a choice itself.”
Kita ga tau ujung seorang pasien itu bakal kemana, bakal tetap hidup atau meninggal. Yang paling penting yang kita lakukan adalah bekerja sesuai standar dan kemampuan kita, urusan hidup atau mati ya urusan Allah SWT.”
— Evi Susanti, dr., Sp.A
